Naik Dango
Tradisi naik dango adalah salah satu upacara adat,masyarakat Dayak kanayatn yang ada di kalimantan barat, khusus nya di wilayah kabupaten Landak,kubu Raya,mempawah dan sekitarnya,upacara ini merupakan bentuk rasa syukur kepada JUBATA (tuhan dalam bahasa dayak kanayatn) atas hasil panen padi,serta permohonan berkah untuk musim tanam berikutnya, kata Naik Dango sendiri ber Arti,"menaikan lumbung padi" Makna dan tujuan dari tradisi naik dango adalah bagaimana cara masyarakat adat dayak berterima kasih kepada sang pencipta atas hasil panen padi,dan sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan untuk masa mendatang,serta sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat dayak, Rangkaian acara naik dango biasanya di laksanakan antara bulan Maret hingga Mei,setelah musim panen selesai.beberapa kegiatan penting yang di lakukan antar lain:
- Ngampar bide,adalah ritual pembukaan,dengan menampilkan tikar anyaman serta segala macam perlengkapan ritual di atasnya
- Membacakan doa-doa dalam bahasa dayak kanayatn yang di sebut nyagahatn dan di saksikan oleh tokoh-tokoh adat dayak
- Tari-tarian dan alat-alat musik tradisional yang di tampilkan dari masing-masing kontingen,kecamatan
- Pameran budaya,biasanya menampilkan hasil kerajinan tangan,seperti baju adat,mandau,serta kerajinan anyaman dll.
- Lomba tradisional,seperti lomba nyumpit,lomba gasing ,lomba nyanyi lagu dayak,lomba tari,serta lomba ukir dan melukis yang berhungan dengan budaya dayak
Nilai-nilai yang terkandung dalam upacara adat ini sebagai bentuk rasa syukur dan pelestarian budaya adat dayak,agar generasi berikutnya terus melestarikan adat-istiadat di tengah era modernsasi,serta mempertahankan kearifan lokal pertanian berkelanjutan,spiritualitas yang selaras dengan alam.

